Bagaimana bila yang menggoda bukan cinta Allah, tetapi cinta pada sesuatu yang tidak diridhai-Nya?
Perlukah kita mengusirnya sementara ia menjadi fitrah bagi semua manusia? atau kita rawat sementara ia bisa menjadi gulma jika datang tak tepat waktu?
atau kita diamkan saja sementara ia menjalar begitu cepat bagai virus yang berkembang menjadi penyakit di dalam tubuh?
Cinta semestinya membuat hidup kita lebih berwarna. Maka cinta yang membuat kita sengsara, nelangsa, atau duka lara, pasti karena kita tidak tepat dalam menempatkannya.
pada-Mu, kutitipkan secuil asa . .
Engkau berikan selaksa bahagia
Pada-Mu, kuharapkan setetes embun cinta . .
Perlukah kita mengusirnya sementara ia menjadi fitrah bagi semua manusia? atau kita rawat sementara ia bisa menjadi gulma jika datang tak tepat waktu?
atau kita diamkan saja sementara ia menjalar begitu cepat bagai virus yang berkembang menjadi penyakit di dalam tubuh?
Cinta semestinya membuat hidup kita lebih berwarna. Maka cinta yang membuat kita sengsara, nelangsa, atau duka lara, pasti karena kita tidak tepat dalam menempatkannya.
pada-Mu, kutitipkan secuil asa . .
Engkau berikan selaksa bahagia
Pada-Mu, kuharapkan setetes embun cinta . .







Tidak ada komentar:
Posting Komentar